Beberapa Adab Dalam Bercanda

Beberapa Adab Dalam Bercanda

Bismillah…

Bercanda merupakan sesuatu yang lumrah kita lakukan, sebagaimana Rasulullah ﷺ pun melakukannya. Namun ada beberapa adab dalam bercanda yang mesti kita perhatikan.

Berikut adalah beberapa adab dalam bercanda menurut aturan Islam :

 

#1 : Tidak berlebihan dalam bercanda dan tertawa

Selain hal tersebut menyebabkan kerasnya hati, juga dapat menjatuhkan martabat, kewibawaan, dan kehormatan kita di hadapan orang lain.

 

#2 : Tidak mencandai orang yang tidak suka bercanda

Bercanda dengan orang seperti ini bisa menimbulkan akibat buruk, maka sepatutnya kita tidak bercanda selain dengan orang yang dapat menerima canda kita.

 

#3 : Tidak bercanda dalam perkara-perkara serius

Seperti saat ada di majelis penguasa, majelis ilmu, majelis hakim, ketika memberikan persaksian, atau talak.

 

#4 : Menjauhi perkara haram saat bercanda

  • Pertama, Menakut-nakuti seorang muslim untuk bercanda atau yang kita kenal sekarang dengan sebutan prank. Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَأْخُذْ أَحَدُكُمْ عَصَا أَخِيهِ لَاعِبًا أَوْ جَادًّا، فَمَنْ أَخَذَ عَصَا أَخِيهِ فَلْيَرُدَّهَا إِلَيْه

“Janganlah salah seorang di antara kamu mengambil tongkat saudaranya baik main-main maupun serius. Jika salah seorang di antara kamu mengambil tongkat saudaranya, maka kembalikankah.” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

  • Kedua, berdusta saat bercanda. Rasulullah ﷺ terkadang bercanda, namun apa yang dikatakannya adalah kebenaran. Beliau ﷺ bersabda:

وَيْلٌ لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

“Celakalah orang yang berbicara kemudian dia berdusta agar suatu kaum tertawa karenanya. Kecelakaan untuknya. Kecelakaan untuknya.” (HR Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi)

  • Ketiga, melecehkan kelompok tertentu, seperti melecehkan penduduk daerah, profesi tertentu, atau menyebut aib mereka dengan alasan bercanda. Ini adalah perbuatan dosa yang diharamkan.

  • Keempat, menuduh manusia dan berdusta atas mereka, seperti seorang bercanda dengan sahabatnya lalu mencela, menuduh, atau mensifatinya dengan perbuatan yang keji.

 

#5 : Menjauhi bercanda dengan perbuatan dan kata-kata yang buruk

Hal tersebut dapat menimbulkan masalah yang pada akhirnya berubah menjadi pertengkaran dan permusuhan.

 

#6 : Bercanda dengan orang yang membutuhkannya

Misalnya kaum wanita dan anak-anak, sebagaimana Nabi ﷺ pernah memanggil Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu, “Hai dzul udzunain (yang memiliki dua telinga)“, tujuannya adalah bercanda dengan sahabat ini.

 

•═◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═•
📖 Disarikan oleh Ustadz Rian Abu Rabbany dari kitab “Panduan Amal Sehari Semalam” Karya Abu Ihsan al-Atsari dan Ummu Ihsan hafizhahumallaah
•═◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═•

***

Demikianlah artikel yang membahas tentang beberapa adab dalam bercanda menurut aturan Islam. Semoga Allah senantiasa membimbing dan menunjukkan kita kepada kebenaran, serta memberikan taufik kepada kita untuk mengetahui ilmu tentang syari’at agama Islam untuk kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga bisa menghadirkan keberkahan dan kebaikan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, aamiin ya Rabbal ‘alamin…

Dapatkan berbagai informasi lainnya mengenai artikel islami, poster nasihat, info kajian sunnah Bandung serta kesempatan untuk melakukan tanya jawab di grup WA Kajian Sunnah Bandung.

Dapatkan kebaikan dengan share artikel ini kepada keluarga, sahabat, teman dan kenalan Anda. Rekomendasikan juga website KajianSunnahBandung.Web.Id agar semakin banyak orang yang mendapatkan faidah dan kebaikan melalui wasilah Antum. Insya Allah…

Barakallahu fiikum…

Dapatkan kebaikan dengan share artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *