Menyikapi Keragaman Sikap Orang yang Didakwahi

Menyikapi Keragaman Sikap Orang yang Didakwahi

Menyikapi Keragaman Sikap Orang yang Didakwahi – Bagaimana teladan yang dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menyikapi keragaman sikap orang yang didakwahi (mad’u)? Simak selengkapnya disini..

Bismillah…

عن أَنسٍ قَالَ: “كُنتُ أَمْشِي مَعَ رسول اللَّه ﷺ وَعَلَيْهِ بُرْدٌ نَجْرَانيٌّ غلِيظُ الحَاشِيةِ، فأَدْركَهُ أَعْرَابيٌّ، فَجَبَذهُ بِرِدَائِهِ جَبْذَةً شَديدَةً، فَنظرتُ إِلَى صَفْحَةِ عاتِقِ النَّبيِّ ﷺ وقَد أَثَّرَتْ بِها حَاشِيةُ الرِّداءِ مِنْ شِدَّةِ جَبْذَتِهِ، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ، مُرْ لِي مِن مالِ اللَّهِ الَّذِي عِندَكَ، فالتَفَتَ إِلَيْه، فضَحِكَ، ثُمَّ أَمر لَهُ بعَطَاءٍ” متفقٌ عليه.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dia berkata :

Aku pernah berjalan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang pada waktu itu memakai pakaian dari Najran yang kasar pinggirannya. Kemudian ada seorang arab badui yang menarik dengan keras baju beliau tersebut. Aku melihat kepada leher Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tergores oleh kasarnya pinggiran pakaian beliau karena kerasnya tarikan orang arab badui tersebut.

Orang arab badui itu berkata :

‘Wahai Muhammad, berikanlah kepadaku harta yang Allah amanahkan kepadamu!’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menoleh kepadanya dan tertawa lalu menyuruh untuk memberikan harta kepadanya. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Kandungan hadist

1️⃣ Tawadhu’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berjalan bersama seorang anak muda belia dan sekaligus pembantu beliau.

2️⃣ Zuhudnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan meninggalkan kemewahan dalam berpakaian.

3️⃣ Antusiasme para sahabat radhiyallahu ‘anhum dalam menukilkan hadits-hadits Rasulullah yang kecil hingga yang besar dalam masalah adab, apalagi dalam masalah hukum-hukum syariat.

4️⃣ Bagi para dai untuk menyiapkan diri dalam menyikapi berbagai macam watak manusia. Dan itu merupakan sebab diterimanya dakwah mereka.

5️⃣ Celaan bagi mereka yang tidak suka dipanggil dengan namanya tanpa memperhatikan keadaan orang yang memanggilnya.

6️⃣ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menoleh kepadanya dan tertawa lalu memerintahkan untuk memberikan kepadanya harta.

7️⃣ Bagi para dai untuk bersemangat dalam memberikan manfaat kepada yang bertanya meskipun yang bertanya itu kurang adab kepadanya karena keadaannya.

8️⃣ Memberikan kebaikan dalam ucapan atau perbuatan sebelum menjawab pertanyaan dapat menambahkan kepada yang bertanya kecintaan terhadap yang ditanya dan bisa menerima dakwahnya. Adapun contoh kebaikan dalam perbuatan sebelum menjawab pertanyaan adalah tertawa (tersenyum) nya beliau ketika melihat keadaan yang bertanya. Dan diantara contoh kebaikan dalam perkataan adalah mendoakan orang yang bertanya dan memujinya karena dia antusias dalam bertanya tentang masalah agamanya yang dia butuhkan. Demikian pula mendoakan orang yang didakwahi ketika mendakwahi dan menasihatinya.

•═◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═•
📖 Disarikan oleh Ustadz Rian Abu Rabbany hafizhahullah dari Kitab Arba’un Haditsan fi at-Tarbiyyah wal Manhaj disusun oleh Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdullah as-Sadhan hafizhahullah
•═◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═•

***

Demikianlah artikel tentang 3 wasiat yang berharga. Semoga Allah senantiasa membimbing dan menunjukkan kita kepada kebenaran, serta memberikan taufik kepada kita untuk mengetahui ilmu tentang syari’at agama Islam, termasuk perkara-perkara berbahaya yang sebaiknya kita waspada terhadapnya.

Dapatkan berbagai informasi lainnya mengenai artikel islami, poster nasihat, info kajian sunnah Bandung serta kesempatan untuk melakukan tanya jawab di grup WA Kajian Sunnah Bandung.

Dapatkan kebaikan dengan share artikel ini kepada keluarga, sahabat, teman dan kenalan Anda. Rekomendasikan juga website KajianSunnahBandung.Web.Id agar semakin banyak orang yang mendapatkan faidah dan kebaikan melalui wasilah Antum. Insya Allah…

Barakallahu fiikum…

 

Dapatkan kebaikan dengan share artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *