Bagaimana Cara Agar Dunia Mengejar Kita?

Bagaimana Cara Agar Dunia Mengejar Kita?

Bismillah..

Ketika engkau memiliki visi (tujuan) akhirat, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan perbaiki urusan duniamu. Maka cara agar dunia mengejar kita, adalah dengan menjadikan visi (tujuan) yang engkau miliki, adalah untuk akhirat.

Jiwamu akan bahagia, hatimu akan tentram, keyakinan akan datang, rezeki yang baik dan halal tidak akan terluputkan, bahkan apa yang engkau inginkan di dunia akan Allah wujudkan.

Iya, seperti itu saja caranya!

Bukankah dunia ini milik Allah? Seandainya seluruh manusia di Timur dan Barat bersatu, untuk menghalangi nikmat dunia yang telah Allah tetapkan untukmu, apakah mereka sanggup melakukannya?

وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ

“…Ketahuilah, seandainya seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu, maka hal itu tidak akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” [HR. Tirmidzi : 2516]

Jika seperti itu, maka pusat kendali seluruh urusan berada di tangan Allah.

Allah Ta’ala berfirman :

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” [QS. Hud : 6]

Ketika engkau berusaha mencari ridha Allah Ta’ala, maka Allah akan membuatmu ridha. Dan barangsiapa yang mencari keridhaan Allah dengan kemarahan makhluk, Allah akan ridha dan membuat orang-orang juga ridha kepadanya.

Dan Allah telah menjanjikan bagi siapapun yang melakukannya, sebuah keadaan yang baik dan jiwa yang senantiasa bahagia.

أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

“…hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” [QS. Ar-Ra’du : 28]

Diantara cara paling jitu agar bisa senantiasa mengingat Allah, adalah dengan menghadirkannya pada seluruh amalmu. Jangan melakukan suatu amalan, sampai engkau merasa bahwa amalan itu hanya untuk Allah semata.

Ketika engkau mampu seperti ini, hatimu akan tentram, rumah tanggamu akan bahagia, karena engkau bisa menjadikan amal-amalmu hanya untuk Allah. Karena engkau berbuat baik kepada istrimu untuk keridhaan Allah, bukan untuk keridhaan istrimu, juga bukan untuk maksud pribadimu. Akan tetapi, engkau berbuat baik hanya untuk membuat Allah ridha.

Engkau mengajak bicara istrimu dengan baik karena Allah, engkau memperlakukannya dengan akhlak termulia karena Allah, engkau penuhi kebutuhannya karena Allah. Maka Allah pun akan memberikan kebahagiaan dunia kepadamu.

Bahkan saat engkau berhubungan biologis dengannya, engkau melakukannya karena Allah, karena Allah memerintahkanmu untuk menyalurkan syahwat dengan yang halal, sehingga engkau mencukupkan dengan yang halal, karena taat kepada Allah, sehingga Allah ridha saat engkau menunaikan syahwatmu.

Dan akan seperti itu terus, selama engkau selalu bersama Allah dan menjadikan amalanmu karena-Nya. Allah akan menjadikan dunia datang menghampirimu.

Ketika engkau bervisi (bertujuan) akhirat, harta benda akan Allah datangkan di dunia.

Bukankah Allah Ta’ala telah berfirman :

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا

“… Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” [QS. Ath-Thalaq : 2]

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya…” [QS. Ath-Thalaq : 3]

Ini janji siapa?Janji siapa?! Ini adalah janji Allah yang Maha Mulia.

Apakah Allah lemah, tidak mampu?! Tidak, demi Allah!

Apakah Allah miskin?! Tidak, demi Allah!

Apakah Allah akan mengingkari janji?! Tidak, demi Allah! Allah tidak mungkin berdusta!

Jika kau mau melihat sejarah, kita akan dapati, terkadang Allah memberikan kekurangan kepada sebagian wali-walinya, akan tetapi pasti ada akhir yang bahagia di dunia mereka. Dan kekurangan tadi, hanya ujian saja.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” [QS. Al-Baqarah : 155]

Allah Ta’ala hanya ingin melihat, apakah engkau benar-benar lillah (karena Allah semata) ataukah tidak. Setelah engkau teruji, maka akhir yang indah akan menjadi milikmu.

وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“…Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa” [QS. Al-A’raf : 128]

Allah Ta’ala juga berfirman :

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ ٱللَّهِ ٱلَّتِىٓ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِۦ وَٱلطَّيِّبَٰتِ مِنَ ٱلرِّزْقِ ۚ قُلْ هِىَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

“Katakanlah: ‘Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?’ Katakanlah: ‘Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat’. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.” [QS. Al-A’raf : 32]

Ketika engkau berpegang teguh kepada syari’at, maka nikmat-nikmat dunia akan datang. Tapi mungkin akan datang bersama dengan kekurangan, cobaan dan musibah. Akan tetapi di akhirat kelak, nikmat-nikmat tersebut akan ada kurangnya, nikmat yang sempurna tanpa ada cacatnya.

Mungkin akan ada orang yang mendatangimu dan berkata, “Aku memiliki beberapa kios yang menjual barang haram, karena barang-barang haram tadilah yang mendatangkan keuntungan bagiku.”

Subhanallah…! Bagaimana bisa barang-barang haram tadi yang mendatangkan rezeki?!

Yang mendatangkan rezeki itu adalah Allah, Rabb yang Maha Mulia.

Ia akan menjawab, “Nanti keuntunganku akan berkurang”

Maka kita jawab, “Tenang, sabarlah sejenak! Allah-lah yang akan memberi solusi!”

Kalian pasti menyaksikan keadaan manusia, baik yang muslim ataupun kafir. Saat mereka menyelisihi syariat, akan ada goncangan ekonomi yang mengerikan.

Dan orang beriman, terkadang pada awalnya terkadang akan mendapat celaan dan ejekan, “Kasihan si A, ia tidak tahu! Ia tinggalkan sesuatu karena keharamannya!”

Ini adalah orang yang sukanya bikin masalah (was-was), dan orang yang tidak menimbang efek dari perbuatannya.

Dadamu akan sempit di permulaan, akan tetapi Allah Ta’ala berfirman :

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,” [QS. Al-Insyirah : 5]

إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

“sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” [QS. Al-Insyirah : 6]

 

Disarikan dari video kajian singkat “Agar Dunia Mengejarmu” – Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy Syatsri hafizhahullah

***

Semoga jawaban pertanyaan tentang bagaimana cara agar dunia mengejar kita ini bermanfaat dan memberikan faidah kepada kita semua. Dapatkan berbagai informasi lainnya mengenai artikel islami, poster nasihat, info kajian sunnah Bandung serta kesempatan untuk melakukan tanya jawab di grup WA Kajian Sunnah Bandung.

Dapatkan kebaikan dengan share artikel ini kepada keluarga, sahabat, teman dan kenalan Anda. Rekomendasikan juga website KajianSunnahBandung.Web.Id agar semakin banyak orang yang mendapatkan faidah dan kebaikan melalui wasilah Antum. Insya Allah…

Barakallahu fiikum…

Dapatkan kebaikan dengan share artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *