Karena Akhlak Bisa Menular: Waspadai Lingkungan dan Teman
Karena Akhlak Bisa Menular: Waspadai Lingkungan dan Teman
Ibnu Qudamah رحمه الله berkata:
“Terkadang akhlak yang baik itu didapatkan karena berteman dengan orang-orang baik, karena kebiasaan itu adalah pencuri yang mencuri kebaikan maupun keburukan.” (Mukhtashar Minhajul Qashidin, hal. 47)
Makna dan Penjelasan
Ucapan ini menunjukkan bahwa akhlak dan kepribadian seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan pergaulannya.
Teman yang baik akan:
Sebaliknya, teman yang buruk akan:
Karena itu, akhlak bisa menular layaknya virus — baik maupun buruk. Ibnu Qudamah menggambarkan kebiasaan itu seperti pencuri: bisa “mencuri” kebaikan atau menularkan keburukan tanpa disadari.
Dalil-Dalil Pendukung
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang itu mengikuti agama temannya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan dengan siapa ia berteman.” (HR. Abu Dawud no. 4833, At-Tirmidzi no. 2378 – Hasan)
Penjelasan:
Kebiasaan, keyakinan, dan akhlak bisa terbawa dari teman dekat. Maka berhati-hatilah dalam memilih sahabat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالجَلِيسِ السُّوءِ كَحَامِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الكِيرِ…
“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi…” (HR. Bukhari no. 2101, Muslim no. 2628)
Disampaikan perumpamaan dari hadits tersebut, bahwa penjual minyak wangi (teman yang baik) bisa memberimu minyak atau kamu dapat membeli minyak wangi darinya, atau minimal kamu mendapat bau harum darinya.
Sedangkan tukang pandai besi bisa membakar pakaianmu atau kamu akan mencium bau yang tidak sedap.
Penjelasan:
Teman baik memberi pengaruh positif, sementara teman buruk bisa merusak walau tak langsung.
فَأَعْرِضْ عَن مَّن تَوَلَّىٰ عَن ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ إِلَّا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
“Maka berpalinglah dari orang yang berpaling dari peringatan-Ku dan hanya menginginkan kehidupan dunia.” (QS. An-Najm: 29)
Penjelasan:
Allah melarang duduk bersama orang yang hanya mengikuti dunia dan melalaikan agama, karena pengaruh buruk mereka.
يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا
“Celakalah aku! Andai saja aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman dekat.” (QS. Al-Furqan: 28)
Penjelasan:
Orang yang mengikuti teman buruk akan menyesal di akhirat, tapi penyesalan tidak berguna lagi saat itu.
Kesimpulan
Sumber Referensi









Post Comment