Sabar dan Kedudukannya dalam Akidah (bagian 3)

Sabar dan Kedudukannya dalam Akidah
(Bagian Ketiga)

Bismillah…

Artikel ini adalah lanjut dari artikel sebelumnya yang berjudul :

  1. Sabar dan kedudukannya dalam akidah (bagian pertama).
  2. Sabar dan kedudukannya dalam akidah (bagian kedua).

Allah Ta’ala menurunkan berbagai musibah atas hamba-hamba-Nya karena hikmah yang besar, di antaranya, Allah melebur kesalahan-kesalahan mereka dengannya.

Nabi ﷺ bersabda :

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR. Tirmidzi no. 2396, hasan shahih kata Syaikh Al Albani)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :

“Musibah-musibah adalah kenikmatan, sebab ia melebur dosa-dosa, musibah mengajak pada kesabaran yang berpahala, musibah menuntut kembali kepada Allah dan merasa rendah di hadapan-Nya serta berpaling dari manusia, dan masih banyak maslahat-maslahat agung lainnya. Dengan ujian itu sendiri Allah menghapus dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan. Siapa yang menerima ujian lalu dia dikaruniai kesabaran, maka kesabaran ini adalah nikmat dalam agamanya, setelah itu dia meraih apa yang melebur kesalahan-kesalahannya sebagai sebuah rahmat, dan dia juga meraih shalawat dari Tuhannya karena pujian kepada-Nya.”

Hikmah lain di balik musibah adalah menguji hamba-hamba, apakah mereka sabar atau berkeluh kesah.

Juga dari hadits Anas bin Malik, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridha, maka ia yang akan meraih ridha Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani)

Ridha adalah menyerahkan urusan kepada Allah, berbaik sangka kepada-Nya dan berharap pahala dari-Nya.

Marah adalah membenci sesuatu, tidak ridha kepada-Nya, maksudnya marah kepada Allah karena apa yang Allah atur, maka dia mendapatkan murka dari Allah, naudzubillah.

 

•═◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═•
📖 Disarikan oleh Ustadz Rian Abu Rabbany dari kitab Panduan Lengkap Membenahi Akidah Karya Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullaah
•═◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═•

***

Demikianlah artikel yang membahas tentang sabar dan kedudukannya dalam Akidah (bagian ketiga), sebagaimana yang diterangkan oleh dalil-dalil yang shahih.

Semoga Allah senantiasa membimbing dan menunjukkan kita kepada kebenaran, serta memberikan taufik kepada kita untuk mengetahui ilmu tentang syari’at agama Islam untuk kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga bisa menghadirkan keberkahan dan kebaikan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, aamiin ya Rabbal ‘alamin…

Dapatkan berbagai informasi lainnya mengenai artikel islami, poster nasihat, info kajian sunnah Bandung serta kesempatan untuk melakukan tanya jawab di grup WA Kajian Sunnah Bandung.

Dapatkan kebaikan dengan share artikel ini kepada keluarga, sahabat, teman dan kenalan Anda. Rekomendasikan juga website KajianSunnahBandung.Web.Id agar semakin banyak orang yang mendapatkan faidah dan kebaikan melalui wasilah Antum. Insya Allah…

Barakallahu fiikum…

Dapatkan kebaikan dengan share artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *