Apakah Kunci Meraih Kebahagian dan Kemudahan Rezeki?

Apakah Kunci Meraih Kebahagian dan Kemudahan Rezeki?

Bismillah…

Kunci rezeki adalah Taqwa kepada Allah!

Sebagian ulama berkata,

“Apabila engkau ingin rezeki, maka bertakwalah!”

“Apabila engkau ingin keberkahan rezeki, maka bertakwalah!”

“Apabila engkau ingin rezeki yang terus mengalir, maka bertakwalah!”

Takwa kepada Allah Ta’ala adalah Kunci Rezeki!

Oleh karena itu telah datang dalam suatu hadits dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, ‘Kami mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ كانت الدنيا هَمَّهُ فَرَّق الله عليه أمرَهُ وجَعَلَ فَقْرَهُ بين عينيه ولم يَأْتِه من الدنيا إلا ما كُتِبَ له، ومن كانت الآخرةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ له أَمْرَهُ وجَعَلَ غِناه في قَلْبِه وأَتَتْهُ الدنيا وهِيَ راغِمَةٌ

“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)“ [HR Ibnu Majah (no. 4105), Ahmad (5/183), ad-Daarimi (no. 229), Ibnu Hibban (no. 680) dan lain-lain dengan sanad yang shahih, dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, al-Bushiri dan syaikh al-Albani.]

Orang yang tidak bertakwa, lebih mengedepankan dunia atas akhirat, menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, dan yang halal adalah semua yang bisa masuk ke dalam saku bajunya. Maka Allah akan cerai beraikan urusannya.

Hatinya akan bercabang, wahai saudaraku, selamanya orang yang seperti itu tidak akan bahagia. Allah akan cerai beraikan urusannya. Apabila Allah sudah cerai beraikan hatinya, siapa lagi yang dapat menyatukannya?

Oleh karena itu wahai saudaraku, kita dapati ada orang-orang kafir yang super kaya melakukan bunuh diri. Sebagian besar dari mereka bunuh diri. Karena Allah telah mencerai-beraikan hatinya, telah menjadikan kemiskinan berada di kelopak matanya.

Ketika dia melihat, maka apa yang terlihat? Dia melihat kemiskinan, walaupun gudangnya penuh dengan harta benda, ia tetap akan melihat kemiskinan. Setiap kali melihat, hanya kemiskinan yang terlihat olehnya! Tidak pernah puas dengan harta, karena ia melihat dirinya selalu miskin. Rakus harta, lelah mengumpulkan harta, lalu ia tidak mendapatkan manfaat dari hartanya. Dan dunia tidak akan datang kepadanya, kecuali apa yang telah Allah tetapkan, semaksimal apapun usaha yang dilakukan!

Rezeki itu seperti kematian, yang tidak akan berkurang atau bertambah sedikitpun. Dan Allah telah menetapkan rezeki kita sebagaimana telah ditetapkannya kematian kita.

Kami dahulu pernah berada di majelis Syaikh Athiyah rahimahullah, di kursi yang sekarang saya mengajar disana. Beliau pernah bercerita berkaitan dengan tema ini.

Syaikh rahimahullah berkata :

“Telah bercerita kepadaku seorang yang terpercaya, bahwa ada seorang yang jatuh ke sumur. Maka datanglah orang-orang dan mengeluarkannya, dan ternyata ia tidak apa-apa. Maka kemudian ia diberikan segelas susu, lalu meminumnya.

Subhanallah, setelah minum, salah seorang bertanya kepadanya, ‘Kamu tadi bagaimana ceritanya bisa jatuh ke dalam sumur?’

Orang itu berkata, ‘Tadi aku berdiri disini, kemudian aku seperti ini’, maka orang tersebut pun terjatuh lagi ke dalam sumur, dan akhirnya ia pun mati.”

Masih ada segelas susu rezekinya, dan ia ditakdirkan untuk bisa keluar dari sumur tersebut hingga bisa mendapatkan rezekinya. Dan dalam waktu yang sesaat itu, ia keluar untuk menyempurnakan bagian rezekinya. Dan ketika sudah sempurna rezekinya, maka dia pun mati. Maka rezeki itu seperti kematian.

Dan barangsiapa akhirat sebagai tujuan hidupnya, inilah visi orang yang bertakwa. Kehidupan akhirat baginya harus dikedepankan atas segala sesuatu. Maka Allah akan mengumpulkan urusannya, sehingga hatinya tenang, tidak tercerai berai. Dan Allah akan jadikan rasa kaya dalam hatinya, sehingga ia akan menjadi orang yang banyak bersyukur.

Setiap kali ada rezeki, ia ucapkan alhamdulillah. Ia akan mensyukuri nikmat Allah, memenuhi kewajiban harta-hartanya, ia tetap bersedekah, dan hartanya pun terus bertambah, sehingga ia adalah orang yang banyak bersyukur, Allah jadikan kekayaan dalam hatinya, dan dunia akan datang kepadanya dengan hina, dunia pun tidak akan lari gara-gara takwa.

 

Disarikan dari video kajian singkat “Raih Kebahagiaan dan Kemudahan Rizki Dengan Kunci Ini” – Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily hafizhahullah

***

Semoga jawaban pertanyaan tentang apakah kunci meraih kebahagian dan kemudahan rezeki ini bermanfaat dan memberikan faidah kepada kita semua. Dapatkan berbagai informasi lainnya mengenai artikel islami, poster nasihat, info kajian sunnah Bandung serta kesempatan untuk melakukan tanya jawab di grup WA Kajian Sunnah Bandung.

Dapatkan kebaikan dengan share artikel ini kepada keluarga, sahabat, teman dan kenalan Anda. Rekomendasikan juga website KajianSunnahBandung.Web.Id agar semakin banyak orang yang mendapatkan faidah dan kebaikan melalui wasilah Antum. Insya Allah…

Barakallahu fiikum…

Dapatkan kebaikan dengan share artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *