Apakah Kunci Kebahagiaan Hidup di Dunia Ini?

Apakah Kunci Kebahagiaan Hidup di Dunia Ini?

Bismillah…

Dalam kehidupan dunia yang kita jalani ini terdapat keindahan, ada hal yang manis, dan ada kenikmatan. Akan tetapi, itu semua tidak akan bisa diraih dan dirasakan kecuali dengan kunci Iman. Mustahil semua itu bisa diraih, kecuali dengan menyanggupi seruan Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Akan merasakan kelezatan (manisnya) iman, orang yang ridha dengan Allah Subhanahu wa ta’ala sebagai Rabb-Nya dan Islam sebagai agamanya serta (Nabi) Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasulnya.” [HR. Muslim : 34]

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

“Ada tiga perkara yang apabila tiga perkara tersebut terdapat pada diri seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari segala-galanya, (2) apabila ia mencintai seseorang, tidak ia cintai kecuali karena Allah saja. (3) Ia tidak mau kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana ia tidak mau untuk dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Bukhari : 16)

Kehidupan dunia ini ada hal yang manis di dalamnya, ada kelezatan di dalamnya, ada kebahagiaan di dalamnya, ada hal-hal yang sedap dipandang, ada yang membuat jiwa menjadi tentram. Dan semua hal tersebut mustahil untuk diraih kecuali dengan kunci iman.

Perhatikan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut :

إِنَّمَا حُبِّبَ إِلَـيَّ مِنْ دُنْيَاكُمْ: اَلنِّسَاءُ وَالطِّيْبُ، وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِـيْ فِـي الصَّلَاةِ

“Sesungguhnya di antara kesenangan dunia kalian yang aku cintai adalah wanita dan wewangian. Dan dijadikan kesenangan hatiku terletak di dalam shalat.” [Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad, III/128, 199, 285; An-Nasa’i, VII/61-62 dan dalam Isyratun Nisa’, no. 1; Muhammad bin Nashr al-Marwazi dalam Ta’zhim Qadris Shalah, no. 322, 323; Abu Ya’la dalam Musnad-nya, no. 3482; Al-Hakim, II/160; Al-Baihaqi, VII/ 78; Dan Ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Ausath, no. 5199]

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

قُمْ يَا بِلَالُ فَأَرِحْنَا بِالصَّلَاةِ

Berdirilah wahai Bilal (lantunkanlah adzan). Tenangkan dan istirahatkanlah kami dengan shalat.” (H.R. Abu Dawud (V/165 no. 4986) dan dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani).

Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya, ketika seseorang menyanggupi perintah Allah dan Rasul-Nya, maka itulah yang akan membuatnya mendapatkan kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan, kehidupan yang penuh dengan ketenangan, kehidupan yang penuh dengan kesejukan, kehidupan yang menyenangkan, kehidupan yang menentramkan dan jauh dari kecemasan, serta kebahagiaan hidup yang sesungguhnya.

Allah Azza wa Jalla berfiman :

مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl : 97)

Perhatikan kehidupan yang bahagia ini! Sebuah kehidupan yang disifati oleh Allah dengan begitu indah, yang tidak akan pernah bisa diraih kecuali dengan keimanan, begitu juga dengan menyanggupi perintah Allah dan Rasul-Nya, dan dengan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Seseorang tidak akan mungkin bisa mendapatkan kehidupan yang nyaman, indah dan penuh dengan kebahagiaan ini, kecuali dengan menyanggupi perintah Allah dan Rasul-Nya yang mulia, semoga shalawat dan salam, serta keberkahan tercurah atasnya.

Perhatikanlah sebuah ayat yang semakna, yaitu firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

إِنَّ ٱلْأَبْرَارَ لَفِى نَعِيمٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat baik benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan,” [QS. Al-Infithar : 13)

Para ahli tafsir berkata, “penuh kenikmatan” ini adalah di tiga tahap kehidupan :

  1. Kenikmatan dalam kehidupan dunia,

  2. Kenikmatan dalam kehidupan barzakh (kubur), dan

  3. Kenikmatan di hari pertemuan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kesimpulannya, di dunia ini ada kehidupan yang indah, kehidupan yang baik, kehidupan yang nikmat. Hanya saja semua hal tersebut mustahil untuk diraih, kecuali dengan menyanggupi! Yaitu menyanggupi perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya yang mulia semoga shalawat dan salam, serta keberkahan tercurah atasnya. 

 

Disarikan dari video kajian singkat “Kunci Rahasia Kebahagiaan Dunia” – Syaikh Abdurrozzaq Al-Badr hafizhahullah

***

Semoga penjelasan tentang apakah kunci kebahagiaan hidup di dunia ini bermanfaat dan memberikan faidah kepada kita semua. Dapatkan berbagai informasi lainnya mengenai artikel islami, poster nasihat, info kajian sunnah Bandung serta kesempatan untuk melakukan tanya jawab di grup WA Kajian Sunnah Bandung.

Dapatkan kebaikan dengan share artikel ini kepada keluarga, sahabat, teman dan kenalan Anda. Rekomendasikan juga website KajianSunnahBandung.Web.Id agar semakin banyak orang yang mendapatkan faidah dan kebaikan melalui wasilah Antum. Insya Allah…

Barakallahu fiikum…

Dapatkan kebaikan dengan share artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *